Metode dan teknik Penyuluhan transformatif

TEKNIK PENYULUHAN INDIVIDU

1. Pengertian, tujuan dan karakterisitik metode dan teknik penyuluhan pertanian secara individuala. Pengertian metode dan teknik penyuluhan pertanian secara individual / perorangan Berdasarkan klasifikasi metode dan teknik penyuluhan pertanian yang ditinjau dari jumlah sasaran, Metode Dan Teknik Penyuluhan Pertanian Secara Individual ini tergolong pada kelompok pertama. Sedangakan kelompok kedua dan ketiganya adalah Metode Dan Teknik Penyuluhan Pertanian Secara Kelompok, dan Metode Dan Teknik Penyuluhan Pertanian Secara Massal. Secara harfiah, individu berkaitan dengan pribadi seseorang. Dalam bahasa Yunani individuum berarti tidak terbagi. Definisi ini menunjukkan bahwa hubungan secara individu merupakan hubungan yang hanya ditujukan oleh seseorang pada satu orang lainnya. Dalam ilmu komunikasi, kondisi ini memungkinkan adanya keterkaitan yang kuat antara dua individu yang melakukan komunikasi yang berdampak pada efek komunikasi yang terjadi dan tentu saja ini tergantung dari intensitas komunikasi yang dilakukan. Interaksi antara kemunikator (orang yang menjadi sumber) dan komunikan (penerima) akan menghasilkan pengalaman-pengalaman baru serta informasi baru. Jika dikaitkan dengan teknik komunikasi, proses komunikasi antar pribadi yang akrab akan memberikan efek yang cukup baik, karena gangguan komunikasi (noise) yang diakibatkan oleh berbagai asepek, dapat diperkecil atau ditekan sehingga ketelitian komunikasi (fidelity) dapat meningkat. Dengan cara ini tujuan komunikasi akan tercapai secara optimal.Berdasarkan uraian tadi maka dapat dikatakan bahwa metode dan teknik penyuluhan pertanian secara perorangan merupakan cara dan prosedur yang dilakukan dalam kegiatan penyuluhan dengan melakukan interaksi antara penyuluh dan individu petani baik secara langsung (misalnya bertemu secara tatap muka) maupun tidak langsung (misalnya melalui SMS atau telpon).b. Tujuan metode dan teknik penyuluhan pertanian secara individual / perorangan Tujuan digunakannya metode dan teknik ini adalah:1) Memantapkan hubungan petani dan keluarganya dengan penyuluhSehingga dapat menumbuhkan kepercayaan petani dan keluarganya terhadap penyuluh, serta menghilangkan kecurigaannya terhadap keberadaan penyuluh.2) Mendorong keterbukaan petani pada penyuluh tentang permasalahan usahatani yang dihadapinya.Setelah timbul rasa akrab, biasanya petani secara terbuka mau mengemukakan pendapatnya secara langsung pada penyuluh, bahkan berargumentasi tentang hal-hal seputar usahataninya itu.3) Memberikan kesempatan penyuluh untuk memberi informasi yang lebih detil.Bahkan sampai mengajarkan keterampilan secara langsung Jika dikaitkan dengan proses adopsi inovasi metode dan teknik penyuluhan pertanian secara individual ini bertujuan untuk lebih menguatkan probadi atau individu yang berminat terhadap suatu inovasi sehingga terdorong untuk mencoba bahkan menerapkan inovasi tersebut secara nyata pada usahataninya sendiri..Namun kemudian tidak menutup kemungkinan metode dan teknik penyuluhan pertanian secara individual ini dilakukan oleh penyuluh yang baru bertugas di suatu tempat untuk melakukan perkenalan sebagai pendekatan secara pribadi. Perkenalan ini diperlukan untuk memberikan kesan baik sehingga kedepannya sasaran tidak sungkan untuk berbagi tentang permasalahan dan pengalamannya pada penyuluh.c. Karakterisitik metode dan teknik penyuluhan pertanian secara individual / perorangan Karakterisitik metode dan teknik penyuluhan pertanian secara individual dapat ditinjau dari pendekatan komunikasi interpersonal. Dalam bukunya tentang komunikasi antar pribadi, Lili Wari mengemukakan bahwa beberapa ciri komunikasi interpersonal antara lain yaitu:1) Arus pesan yang terjadi adalah dua arah2) Kontek komunikasi tatap muka3) Memiliki tingkat umpan balik yang tinggi dari individu komunikan4) Memliki kemampuan untuk mengatasi tingkat seletifitas yang tinggi5) Memiliki kecepatan untuk menjangkau sasaran dalam jumlah besar dengan sangat lamban6) Menumbuhkan efek setidaknya pada perubahan sikap sasaran Berdasarkan ciri tersebut metode dan teknik penyuluhan pertanian secara individual dapat direncanakan oleh penyuluh dengan matang.Penyuluh dapat menyiapkan beberapa bahan pendukung penyuluhan agar sasaran dapat lebih yakin dengan apa yang disampaikan penyuluh. Disinilah sifat selekstif metode dan teknik penyuluhan pertanian dimanfaatkan. Artinya petani dengan berbagai masalah yang berbeda dapat diatasi dengan pendekatan interpersonal yang berbeda pula. Contohnya bagi petani sayuran mungkin permasalahn yang sedang krusial adalah tentang kurangnya pengairan secara non teknis, maka penyuluh dapat melakukan pendekatan kepada petani agar mau berupaya mencari atau membuat sumber mata air sendiri disekitar lahan pertaniannya.2. Jenis-jenis metode dan dan teknik penyuluhan pertanian secara individual, berikut proses pelaksanaannya. kegiatan penyuluhan secara individual sebenarnya bervariasi, namun yang sering dilakukan di Indonesia hanya beberapa saja, sebut saja yang paling sering dilakukan adalah jenis metode dan teknik kunjungan. Jenis kunjungan penyuluh terhadap petani ada 2, yaitu Kunjungan rumah dan Kunjungan usahatani. Jenis lain yang bisa kita pelajari adalah metode dan teknik Inkuiri, Kontak Informil, Petani Model, dan Bendera Lapangan. Konteks yang diusung oleh jenis ini kebanyakan bersifat non formal walaupun ada beberapa yang bersifat formal seperti metode Inkuiri.1) Metode dan teknik Kunjungan Rumah Sesuai dengan namanya, kunjungan rumah dilakukan oleh penyuluh ke rumah seorang petani. Dalam hal ini penyuluh merupakan pihak yang aktif mendatangi petani diharapkan dalam kunjungan ini petani dapat membuka dirinya untuk mau memberikan informasi tentang permasalahan usahataninya atau memberikan pendapat tentang informasi yang disampaikan oleh penyuluh. Prosedur penerapan metode dan teknik Kunjungan Rumah terdiri dari 3 tahapan, yaitu:a. Pra kunjunganPada tahap ini, tentu saja langkah pertama menetapkan siapa petani yang akan dikunjungi. Sebaiknya penyuluh memilih petani yang memang sudah tertarik akan inovasi tertentu namun belum menerapkannya.Langkah kedua yaitu menyiapkan isi pesan. Isi pesan kunjungan harus dirancang secara spesifik karena setiap petani yang dikunjungi memiliki minat yang berbeda juga komoditas yang berbeda. Misalnya untuk petani ternak maka siapkan materi yang berkaitan dengan peternakan serta solusi permasalahan yang mungkin dihadapi peternak.Begitu juga dengan minat, penyuluh mestinya sudah mengetahui tingkat minat sasaran yang akan dikunjungi terhadap suatu teknologi yang berkaitan dengan usahataninya. Misalnya jika nelayan kelas menengah ke bawah belum berminat terhadap teknologi rumpon, maka penyuluh bisa mendatangi hanya sekedar petandang, juga menyelipkan kehibatan rumpon sebagai menciptakan zona tangkapan ikan dalam obrolannya. Pada tahap persiapan ini jangan lupa bahwa penyuluh juga harus mengenal tata nilai yang dianut oleh masyarakat setempat. Misalnya jangan sampai kunjungan dilakukan di hari yang biasa digunakan masyarakat untuk acara keagamaan. Persiapan lain adalah menyiapkan jadwal kunjungan serta jika diperlukan mencari metode dan teknik lain untuk dikombinasikan dengan teknik kunjungan rumah ini.b. Saat pelaksanaan kunjunganPada tahap ini seorang penyuluh benar-benar melakukan komunikasi dengan sasaran yang dikunjunginya. Dengan demikian dia harus menyiapkan trik komunikasi yang efektif, diantaranya membuka percakapan dengan diawali materi yang ringan, bersikap ramah, tidak melulu menjadi orang yang berbicara tetapi membiarkan petani menyela untuk berbicara atau mengungkapkan pendapatnya.Jika penyuluh ingin bertanya, pilih kalimat yang tidak menyinggung perasaan. Dan jika petani melakukan kesalahan maka jangan disalahkan, tapi ditunjukkan lah cara yang benar. Pada kesempatan ini penyuluh juga bisa melakukan pengamatan terhadap kondisi sosial dan usahatani sasaran, memberikan usulan-usulan yang bermanfaat, dan menampung keluhan petani. Jangn lupa solusi yang sudah disiapkan, dikemukakan juga oleh penyuluh.c. Pasca kunjunganPasca kunjunga merupakan tahap akhir yang harus juga dipikirkan oleh seorang penyuluh. Apa kelanjutan dari kunjungan ini? Tentu catatan-catatan penting hasil pertemuan harus dibuat. Kemudian perlu pula dirancang metode dan teknik penyuluhan lanjutan jika tujuan penyuluhan belum tercapai. Jangan lupa penyuluh harus memenuhi janji jika pada saat kunjungan penyuluh menjanjikan informasi tambahan atau hal lain yang dibutuhkan sasaran.2).Metode dan teknik Kunjungan UsahataniSebenarnya prosedur Kunjungan usahatani hampir sama dengan kunjungan rumah yaitu terdiri dari tahap Pra kunjungan, Pelaksanaan, dan Pasca kinjungan. Yang menjadi inti metode dan teknik ini adalah bahwa kunjungan penyuluh dilakukan bukan ke rumah petani tetapi ke lahan usahatani sasaran. Dalam kunjungan usahatani ini, pada saat pra kunjungan, isi pesan yang disampaikan dititikberatkan pada tujuan untuk mengajarkan keterampilan atau bukan lagi hanya sekedar memberikan pengetahuan. Dengan demikian lahan usahatani sasaran dapat dijadikan sebagai media objek atau tempat petani mempraktikkan keterampilan yang disampaikan oleh penyuluh.Topik yang harus dipersiapkan tentu harus sesuai dengan situasi dan kondisi usahatani. Misalnya jika petani sedang melakukan proses pemupukan tanaman maka topik yang dipilih juga berkaitan dengan teknik pemupukan. Selain isi pesan, jadwal kunjungan usahatani juga perlu diusahakan agar cocok dengan saat petani ada di lahan usahataninya. Pada saat kunjungan dilakukan perlu upaya penciptaan suasana kemitraan, artinya menempatkan petani sebagai rekan kerja bukan sebagai pihan yang akan diajari. Metode diskusi sambil mendemonstrasikan cara kerja bersama-sama sangat tepat dilakukan. Jangan lupa karena pesan yang disampaikan berupa teknik yang dipraktikkan maka urutan langkan pengerjaannyapun perlu diperhatikan. Dalam hal ini sangat disarankan mempersilahkan petani mempraktikkan terlebih dahulu inovasi yang diperkenalkan sehingga mereka menemukan kekurangan dan kelebihan penerapan inovasi di lahannya sendiri.Tahap pasca kunjungan usahatani dapat dilakukan antara lain dengan mendatangi usahatani sasaran di waktu lain untuk melihat keberhasilan penerapan inovasi oleh sasaran. Selain itu, tidak lanjut lain dapat dilakukan penyuluh dengan melakukan evaluasi hasil kegiatan kunjungan, sebagai bahan acuan penerapan metode kunjungan di tempat lain.3).Metode dan teknik Inkuiri Istilah ini mungkin kurang dikenal, tapi pada kenyataannya sering juga dilakukan. Kebalikan dengan metode kunjungan rumah dan kunjungan usahatani yang biasa dilakukan oleh penyuluh, metode dan teknik Inkuiri ini dilakukan oleh petani dengan mengunjungi penyuluh ditempat bekerjanya. Petani jenis ini biasanya petani yang memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi. Kondisi biasa terjadi dengan baik jika petani menganggap penyuluh sebagai tokoh panutan sehingga dipercaya sebagai sumber informasi yang baru atau yang benar.prosedur yang perlu diperhatikan untuk menjalankan metode dan teknik Inkuiri ini adalah:Pertama, menempatkan lokasi yang tidak menyusahkan sasaran untuk mendatangi penyuluh. Sebaiknya lokasi yang dipilih adalah tempat yang dekat petani atau di posko kelompok tani.Kedua, membuat jadwal atau waktu kehadiran penyuluh di lokasi tersebut. Seperti ibaratnya seorang dokter, mencantumkan jadwal buka praktik di depan kantornya.Ketiga, menyiapkan buku tamu atau buku catatan bagi pengunjung. Buku ini selain mengetahui siapan saja yang datang dalam periode tertentu, juga dapat mengetahui kasus-kasus yang dialami petani dalam menjalankan usahataninya.Keempat, upayakan agar kantor tempat penyuluh tersebut terasa nyaman. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menata tempat duduk atau memasang papan buletin atau rak tempat penyimpanan bahan informasi tercetak seperti buku, majalah, dll. Kelima, jika ada petugas penyuluh lain yang ada di ruangan. Penyuluh sebaiknya memperkenalkan petani kepada mereka. Hal ini dapat mengatasi kekakuan petani karena ada orang lain selain orang yang ditujunya. Jangn lupa sikap penyuluh yang ramah dan terbuka dalam menyambut petani sangat dibutuhkan dalam metode dan teknik inkuiri ini.Itulah beberapa langkah yang sebaiknya diupayakan penyuluh dalam membuka lokasi konsultasi melalui teknik inkuiri. Metode ini memang terkesan formal namun sebenarnya suasana nonformal dapat ditumbuhkan sesuai kreatifitas penyuluh.4).Metode dan teknik Kontak Informil Metode dan teknik merupakan pertemuan yang seolah-olah tidak terencana antara penyuluh dan petani. Dikatakan seolah-olah karena penyuluh merancang tempat pertemuan di lokasi yang umum yang biasanya bukan diperuntukkan untuk kegiatan penyuluhan.Prosedurnya cukup mudah, penyuluh tinggal melakukan kegiatan informil seperti mendatangi tempat yang sering digunakan petani utnuk melepas lelah dari pekerjaannya di lahan, misalnya warung kopi atau pos keamanan.Damal suasana santai penyuluh dan petani dapat berdiskusi tanpa rasa sungkan. Sebenarnya metode dan teknik ini bisa saja tidak dirancang sebelumnya oleh penyuluh. Hanya saja sebgai seorang penyuluh mestinya aada kesadaran tersendiri untuk memanfaatkan segala situasi yang bisa berdampak pada tercapainya kondisi petani kearah yang lebih baik.5).Metode dan teknik Petani ModelMetode dan teknik ini merupakan metode penyuluhan dengan memanfaatkan petani model sebagai pihan yang bisa diteladani masyarakat secara umum. Petani model biasanya diseleksi oleh penyuluh tau instansi terkait dan menyadari tugas-tugasnya sebagai orang yang memberikan contoh yang baik mengenai seluk-beluk berusahatani. Pemilihan petani model didasarkan pada hasil identifikasi penyuluh terhadap beberapa petani yang dianggap memiliki sifat personal serta memiliki usahatani yang baik atau sukses sehingga memungkinkan mereka menjadi model petani yang patut dicontoh. Tujuan penyeleksian itu sendiri adalah untuk menunjukkan praktik usahatani yang baik dengan menekankan suatu contoh di lokasi setempat, misalnya adanya nelayan teladan yang mampu memanfaatkan inovasi perikanan dengan baik, dan disisi lain dia juga mampu berinteraksi dengan kalangan menengah ke bawah. Dengan cara ini sasaran oenyuluhan yang lain akan mengikuti jejaknya yaitu mau menerapkan teknologi yang digunakannya.Tidak ada prosedur yang rumit untuk menerapkan metode dan teknik melalui petani model. Yang penting bahwa petani model itu mau manjadi penyuluh swakarsa yang juga memiliki tujuan untuk menyejahterakan masyarakat disekitarnya.Disini tugas penyuluh adalah terus memberikan bimbingan dan memperkenalkan inovasi baru terlebih dahulu kepada petani model agar ia bisa menguasai apa yang perlu ditularkan pada petani lainnya.6).Metode dan teknik Bendera LapanganMetode dan teknik ini jarang diterapkan di Indonesia padahal cukup bagus jika dilakukan terutama di wilayah masyarakat yang masih sulit memperoleh jaringan komunikasi yang membutuhkan frekuensi udara seperti handphone.Metode dan teknik ini dikembangkan di Korea, bertujuan untuk melakukan komunikasi antara petani dengan penyuluh secara individual, namun tidak dapat secara tatap muka. Metode dan teknik ini sangat bermanfaat untuk menyampaikan saran atau rekomendasi penyuluh ketika tidak bisa bertemu dengan petani.Prosedur pelaksanaan Metode dan teknik Bendera Lapangan adalah sebagai berikut:Pertama, pada lahan petani ditancapkan tiang bendera disertai bendera berbahan kain yang memiliki kantong atau saku. Saku tersebut digunakan sebagai tempat menaruh catatan.Kedua, pada saat penyuluh berkunjung ke lahan patani, penyuluh mengamati kondisi lahan petani, misalnya penyuluh mengamati adanya serangan penyakit tanaman atau tanaman terlihat kekurangan air. Hasil pengamatannya itu dituliskan di dalam secarik kertas disertai rekomendasi-rekomendasi bagi petani dan dimasukkan ke dalam kantong pada bendera.Ketiga, ketika petani mendapatkan bederanya berkibar berarti iya menemukan adanya pesan yang harus dibaca. Setelah pesan tersebut dibaca maka posisi bendera tersebut dibuat dalam keadaan tergulung dan diikat yang menandakan bahwa petani sudah membaca pesan tersebut. Melihat dari prosedur tadi, tentu perlu ada kesepakatan-kesepakatan yang dibuat sebelumnya antara petani dengan penyuluh. Bisa saja aturan yang dibuat diubah sesuai kebutuhan, misalnya petani juga boleh membuat pesan untuk penyuluh. Perlu diingat bahwa keterbatasan dari metode dan teknik penyuluhan pertanian ini adalah perlunya kemampuan petani untuk membaca, belum lagi unsur eksternal seperti cuaca bisa saja merusak bendera yang sudah dibuat.

TEKNIK PENYULUHAN KELOMPOK

1. Metode dan teknik penyuluhan pertanian Kunjungan ”Anjangsono” Anjangsono atau kunjungan merupakan kegiatan penyuluhan pertanian yang dilakukan secara langsung kepada sasaran. Kunjungan dapat dilakukan ke tempat sasaran yaitu lahan usaha tani atau ke rumah berupa pendekatan perorangan. Selain itu, apabila penyuluh melakukan kunjungan pada kelompok tani disebut pendekatan kelompok, dan jika penyuluh memberikan ceramah kepada sasaran yang jumlahnya banyak dan heterogen, disebut pendekatan kelompok. Kegiatan kunjungan secara umum mempunyai tiga tujuan utama, yaitu: 1) mempengaruhi sikap sasaran, 2) mengajarkan pengetahuan, dan 3) mengajarkan keterampilan. Teknik penyuluhan yang perlu diperhatikan pada saat melakukan kunjungan berupa: 1) persiapan (penentuan isi pesan yang akan disampaikan, 2) pemilihan topik disesuaikan dengan kondisi usaha tani, 3) penguasaan materi, dan 4) menentukan jadwal kunjungan. Selain itu, dalam mendayagunakan teknik penyuluhan pertanian pada saat melakukan kunjungan kepada sasaran perlu diciptakan suasana yang akrab dengan menjadikan sasaran sebagai mitra, dan bukan sebagai objek. Pesan disampaikan secara sistematis dan disertai dengan alat bantu yang memadai.2. Metode dan teknik penyuluhan pertanian Demonstrasi Demonstrasi merupakan Metode dan teknik penyuluhan pertanian yang dilakukan dengan cara peragaan. Kegiatan demonstrasi dilakukan dengan maksud agar memperlihatkan suatu inovasi baru kepada sasaran secara nyata atau konkret. Melalui kegiatan demonstrasi sasaran (audience) diajarkan mengenai keterampilan, memperagakan cara kerja teknik-teknik baru termasuk keunggulannya untuk menyempurnakan cara lama. Dalam penyuluhan pertanian dikenal ada tiga macam demonstrasi, yaitu 1) demonstrasi cara, dan 2) demonstrasi hasila. Demonstrasi cara Demonstrasi ini mempertunjukkan suatu cara kerja baru atau suatu cara lama tetapi dilakukan dengan lebih baik, misalnya bagaimana cara menanam padi menurut sistem jajar Legowo, cara melakukan vaksinasi, cara pembuatan pupuk organik (bokasi), dan sebagainya. Metode demonstrasi cara tidak mempersoalkan mengenai hasilnya, tetapi bagaimana melakukan suatu cara kerja. Yang perlu diingat bahwa demonstrasi bukanlah suatu percobaan atau pengujian, tetapi suatu usaha pendidikan atau percontohan. Manfaat demonstrasi cara, yaitu 1) efektif untuk mengajarkan keterampilan, 2) menumbuhkan kepercayaan pada diri sendiri, 3) merangsang kegiatan, dan 4) mempunyai efek publisitas. Sedangkan hambatannya, yaitu 1) tidak semua dapat didemonstrasikan, 2) memerlukan banyak persiapan, dan 3) akan merugikan program penyuluhan apabila demonstrasi berjalan buruk.b. Demonstrasi hasil Demonstrasi untuk memperlihatkan hasil yang diperoleh dari penerapan teknik baru, misalnya demonstrasi pemupukan dengan dosis pupuk tertentu, adaptasi varitas tanaman padi, dan sebagainya. Metode demonstrasi hasil memperlihatkan atau membuktikan pemanfaatan satu atau beberapa seri teknologi yang dianjurkan. Selain itu, agak memerlukan banyak waktu dan biasanya diperlukan perbandingan dan pencatatan.Manfaat demonstrasi hasil, yaitu 1) mempecepat proses adopsi, 2) memperoleh keterangan dan data yang nyata, dan 3) memberi pengalaman kepada petugas sehingga memperbesar keyakinan atas tugasnya. Sedangkan hambatannya, yaitu 1) memerlukan banyak persiapan, pelaksanaan dan pengawasan yang teliti, 2) biaya besar, 3) sering gagal karena faktor agroklimat, dan d) dapat menimbulkan persaingan tidak sehat. Teknik demonstrasi yang perlu diperhatikan antara lain:1. Untuk demonstrasi cara, meliputi: a) materi yang akan didemonstrasi, b) tempat demonstrasi sebaiknya mudah dikunjugi oleh sasaran, c) kelengkapan alat dan bahan, d) lakukan dialog/diskusi, dan e) siapkan materi dalam bentuk leaflet, brosur, dan lain-lain.2. Untuk demonstrasi hasil, meliputi: a) siapkan bahan dan peralatan yang akan digunakan b) awal kegiatan disaksikan oleh masyarakat, c) beri tanda yang jelas di lapangan mengenai kegiatan, d) bantu petani-petani demonstrator untuk mencatat, e) kunjungan pada demonstrator yang berhasil, f) umumkan hasilnya kepada masyarakat, dan g) usahakan agar diadopsi oleh petani lainnya.

3. Metode dan Teknik Penyuluhan Pertanian Pameran Pameran merupakan Metode dan teknik penyuluhan pertanian dengan pendekatan massal. Sifat pengunjungnya heterogen, tidak terbatas hanya pada petani tetapi juga orang yang bukan petani. Dalam pameran akan dijumpai berbagai macam visual aid yang digunakan secara tunggal atau digabungkan. Tujuan pameran pertanian, yaitu: a) memperlihatkan fakta, dan memberi informasi kepada pengunjung, b) memperlihatkan suatu cara, misalnya cara mengetahui benih yang baik, cara memproses bibit dengan kultur jaringan, c) memajukan usaha, artinya mengajak para pengunjung untuk ikut melaksanakan atau mencontoh apa yang dilihatnya, dan d) memperkenalkan hasil-hasil usaha, memperlihatkan hasil yang dicapai dengan kuantitas dan kualitas yang baik. Agar pameran lebih menarik dan lebih besar pengaruhnya terhadap perubahan kegiatan sasaran, artinya dapat mengakibatkan perubahan yang baik dan terarah terhadap pengunjung, maka pameran harus: a) menggugah hati, b) membangkitkan minat, dan c) mendorong untuk mengadopsi.Teknik Pelaksanaan PameranØ Pra Pameran1. Isi pesan hendaknya disesuaikan dengan daya nalar audiens (yang mudah dimengerti masyarakat umum) menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan ukuran huruf mudah dibaca.2. memilih bentuk kemasan yang merupakan sajian yang dipandang mata tidak membosankan seperti foto, gambar, barang asli, sketsa, bahan cetakan.3. menentukan jumlah matari atau objek yang dipamerkan tidak terlalu banyak sehingga memperindah pemandangan.4. mempersiapkan penyajian :a. memilih penjaga pameran yang mnguasai isi pesan dan menarik perhatianb. pemilihan waktu yang tepat, diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan lain yang memang mampu mengundang banyak orang (bersamaan dengan hari-hari besar)c. penyampaian informasi, menyebarkan informasi akan ada pameran melalui media yang tersedia.Ø Pelaksanaan PameranSaat pameran berlangsung menitik beratkan bagaimana pameran disajikan antara lain :1. gunakan daya tarik pada papan nama pengenal dengan gerakan lampu berwarna.2. mengatur ruangan untuk pengunjung sedemikian rupa agar menarik perhatian.3. menata objek dengan dekorasi yang sedap dipandang.4. mengadakan perlombaan berhadiah untuk menarik pengunjung5. penjaga pameran hendaknya tidak sering meninggalkan tempat agar dapat / mampu memberi penjelasan setiap saat dibantu dengan membagikan selebaran.6. mencatat saran-saran pengunjung untuk dijadikan bahan penyempurnaan pameran.Ø Pasca PameranUntuk pasca pameran perlu ada metode lain yang digunakan karena pameran berfungsi untuk menarik perhatian. Yang perlu dilakukan yaitu menganalisis efektifitas pameran, hal ini bisa didekati dari analisis saran-saran pengunjung, pertanyaan dan permintaan serta hasil transaksi yang diperoleh.4. Sekolah Lapang (SL)Untuk menjelaskan pengetian dan tujuan Sekolah Lapngan, digunakan dari ruang lingkup SLUBA sebagai contoh :a. SL.UBA adalah suatu proses diklat untuk petani yang terhimpun dalam kelompok tabi di lapangan bersama Pemandu lapangan (PL) untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan penghayatan tentang pengelolaan usaha tani yang berorientasi agribisnis melalui diklat PL.I dan diklat petani dengan azas latihan Partnership, yang mendapatkan dukungan dari aparat terkait semua tingkatan.b. PL (Pemandu Lapangan) adalah mitra akrab para petani maupun petugas an pemimpin formal dalam masyaraakat, yang memiliki kemampuan memandu proses petani dalam kelompok tani.c. Laboratorium Agribisnis (LARIS)Laris adalah wahana belajar petani bersama petugas untuk mengembangkan kemampuan pengambilan keputusan, memanfaatkan peluang ekonomi, dan mengelolah usaha tani yang berorientasi agribisnis dalam situasi usahatani yang nyata, selam satu siklus usaha, yang menggambarkan adanya kelengkapan seluruh sub system agribisnis. Pelaku utama adalah petani yang terhimpun dalam kelompok tani, unsure penunjuang agribisnis serta proses agribisnisd. Kelompok Petani = adalah kumpulan petani yang didirikan oleh petani berdasarkan keserasian, memiliki tata tertib hasil kesepakatan anggota, menyelenggarakan kegiatan berdasarkan musyawarah anggota dan dipimpin seorang ketua hasil pilihan anggotae. Tujuan SL.UBATujuan utama SL.UBA adalah mendidik petani menjadi ahli dan mampu mengelolah usaha taninya dengan menggunakn prinsip agribisnis dan mampu memandu petani lainnya dalam kegiatan SL.UBA Swadaya.Tujuan Khusus SL.UBA adalahPetani dapat menerapkan 5 prinsip usaha tani berorientasi agribisnis sehingga produktivitas dan pendapatannya naik. Lima Prinsip UBA itu adalah:a) Pola usaha tani sesuai dengan agro-ekosistemb) Usahatani yang insentifc) Usahatani yang lestari (sustainable )d) Usaha ani sebagai usaha bisnise) Usahatani yang menjamin peningkatan pendapatanKelas kemampuan petani meningkat, yang ditunjukkan oleh dinamika internalnya melalui fungsi kelompok sebagaia) Kelas Belajarb) Wahana kerja samac) Juru dan produksid) Organisasi kegiatan bersamae) Persatuan swadaya dan swadana petanif. Ciri-ciri dan Azas Proses Berlatih Melatih SL.UBASekolah lapangan Usahatani berorientasi Agribisnis mempunyai 12 ciri-ciri sebagai berikut :1) Pola diklat kemitraan antara petani dengan penyuluh pertanian sebagai pemandu proses belajarnya.2) Perencanaan bersama di kelompok3) Keputusan bersama dari anggota kelompok 4) Cara belajar lewat pengalaman5) Melakukan sendiri6) Mengalami sendiri7) Menemukan sendiri8) Teori dan praktek di lapangan pada usaha tani9) Sarana belajar ada dalam usaha tani10) Latihan selama satu siklus usaha11) Kurikulum diklatnya rinci dan terpadu12) Petani menjadi ahli wirausahaAzas-azas dalam proses diklat berlatih-melatih yang dapat dijelaskan di bawah ini sebagai berikut:1) Kemitraan antara petani dan petugas pemandu lapangan2) Pengalaman nyata dalam situasi nyata usahatani3) Kebersamaan dalam kelompok tani4) Partisipasi yaitu petani terlibat dalam mengambil keputusan dan bertanggung jawab dalam melaksanakannya.5) Keswadayaan = mengutamakan kemandirian petani6) Keseimbangan = adanya jaminan arus penyampaian teknologi secara utuh, langsung dan segera kepada petani7) Manfaat = sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan oleh petani8) Kesesuaian dengan level (tingkat) petani9) Lakolitas yaitu bersifat spesifik lokalitas10) Keterpaduan yaitu adanya kekompakan tim penyelenggara dan integritas materi 5. Pertemuan PetaniSalah satu tugas yang menjadi tanggungjawab setiap penyuluh adalah mengkomunikasikan inovasi dalam arti mengubah perilaku sasaran agar tahu, mau dan mampu menerapkan inovasi demi peningkatan kesejahteraan hidupnya. Dalam hubungan ini, perlu diingat bahwa sasaran penyuluhan sangatlah beragam. Baik beragam mengenai karakteristik individunya, beragam lingkungan fisik dan sosialnya, dan beragam pula kebutuhan-kebutuhannya, motivasi serta tujuan yang diinginkannya. Dengan demikian, tepatlah kita menyimpulkan bahwa tidak ada satupun metode yang selalu efektif untuk diterapkan dalam setiap kegiatan penyuluhan tetapi tergantung dari situasi dan kondisi serta materi yang akan disuluhkan sehingga dalam penggunaan Metode dan teknik penyuluhan pertanian sebaiknya menerapkan beragam metode sekaligus yang saling menunjang dan melengkapi. Karena itu di dalam setiap pelaksanaan penyuluhan, setiap penyuluh harus mampu dan memahami dalam melakukan pemilihan Metode dan teknik penyuluhan pertanian yang paling baik sebagai suatu ”cara yang terpilih” untuk tercapainya tujuan penyuluhan yang dilaksanakan.6. Temu Wicara Pertemuan dan dialog dua arah antara petani atau kontak tani dengan pejabat pemerintah dengan bahasan kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan pertanian dan kehutanan serta ide, gagasan, laporan dan usulan petani kepada pemerintah. Terbukanya dialog interaktif antara pemerintah dan petani dalam temuwicara sangat besar manfaatnya bagi kedua belah pihak khusunya bagi peningkatan peranserta aktif petani dalam pembangunan.Selanjutnya pemerintah menindaklanjuti hasil temu wicara ini dengan sebaik-baiknya.Temu wicara petani dengan presidennya banyak dilakukan pada masa pemerintahan orde baru, dan kini lebih banyak temu wicara dilakukan pada waktu kunjungan kerja pejabat pusat khusunya Menteri baik melalui tatap muka secara langsung maupun melalui tele conference sebagai temu wicara jarak jauh.Metoda penyuluhan temu wicara ke depan seyogyanya dapat lebih ditingkatkan frekuensi dan mutunya pada tiap tingkatan pejabat daerah.Teknik Temu Wicaraa. Pra pertemuan perlu disiapkan/dilakukan pada penumbuhan pemrakarsa temu wicara yaitu penentuan pokok bahasan secara tepat, bimbingan teknik penyampaian pesan kepada para petani nelayan, penyampaian undangan yang tepat waktu dan tepat sasaran, pembagian tugas secara cermat, pemilihan tempat dan penataan ruangan, penyiapan rambu-rambu dan penyiapan ptunjuk bagi peserta.b. Pada saat pertemuan dilakukan pemasangan atau penempatan rambu-rambu secara tepat dan siapkan pimpinan sidang sebagai pengatur waktu dan pengambil kesimpulan serta dapat menyampaikan pesan secara lisan dengan secara sebaik-baiknya.c. Pada pasca pertemuan dilakukan pendekatan langsung kepada para petani nelayan peserta temu wicara untuk meningkatkan motifasi, pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan untuk mencoba teknologi usaha tani yang dianjurkan.7. Temu Bisnis – Temu Usaha Seperti halnya temu wicara, temu bisnis, atau temu usaha adalah pertemuan antara petani atau kontak tani dengan para pengusaha, baik pengusaha Agroindustri di segmen hulu (pengusaha banih, pupuk, obat dan alsintan) maupun para pengusaha pengolahan produk primer dan pengusaha di segment pemasaran.Pertemuan ini dilakukan agar terjadi dialog dua arah antara petani dan pengusaha untuk membahas permasalahan yang dihadapi petani maupun pengusaha serta mencari solusi alternatif terbaik secara bersama-sama dan saling memahami dalam kemitra-setaraan.Penyelenggaraan temu bisnis atau temu usaha harus dipandang sebagai bagian dari upaya membangun sistem agribisnis dan sylvoagribisnis dengan mengintegrasikan secara vertikal kegiatan hulu sampai pemasaran, sehingga petani mendapatkan nilai tambah (added value) dan mampu mendongkrak peningkatan pendapatan serta kesejahteraan keluarganya.Keberadaan pengusaha yang memiliki sense of business lebih tinggi dari pada petani dan jajaran birokrasi dalam temu usaha atau temu bisnis yang diselenggarakan harus dipandang sebagai mitra petani dan harus dijauhkan dari anggapan bahwa pengusaha sebagai lawan petani; sehingga petani dapat didampingi untuk hal-hal berikut :1. Pemilihan komoditas yang memiliki keunggulan pasar daripada komoditas konvensional yang diusahakan petani2. Perencanaan usaha agribisnis yang lebih layak dan memberikan margin yang lebih besar kepada petani3. Perencanaan produksi produk primer baik secara kuantitatif maupun kualitatif sesuai permintaan pasar4. Perencanaan kemitraan dengan prinsip saling menguntungkan kedua belah pihak secara berkesinambungan dan berkelanjutan.Upaya pendampingan petani dalam temu usaha atau temu bisnis ini seringkali tidak mudah dilakukan karena alur fikir dan persepsi yang berbeda dari kedua belah pihak yang tidak jarang menjurus kepada kecurigaan akan terjadinya saling mengeksploitasi antara pengusaha dan petani.Penyuluh dan aparatur pemerintah penyelenggara temu usaha bertindak lugas dan arif untuk menengahi dan memberikan pengertian yang benar ikhwal hal ini. Kesulitan pengusaha terutama eksportir atas kesinambungan ekspor produk yang telah distandarisasi serta kesempitan dan keterbatasan petani dalam banyak hal harus secara bersama dipertimbangkan dalam membangun sistem agribisnis .Teknik penyelenggaraan Temu usahaa) Pada pra pertemuan menumbuhan pemrakarsa Temu Usaha, menentukan pokok bahasan secara tepat, bimbingan penyiapan data dan informasi, bimbingan peningkatan peran serta petani-nelayan dalam pameran yang berkaitan dengan acara hari-hari besar, bimbingan teknik penyampaian pesan secara lisan, pembagian tugas sebaik-baiknya, penyampaian undangan dalam waktu yang tepat, pemilihan tempat yang tepat, penataan ruangan yang menimbulkan kenyamanan, dan penyiapan rambu-rambu.b) Pada saat pertemuan dilakukan pemasangan rambu-rambu yang tepat, pendayagunaan moderator seoptimal-optimalnya, pendayagunaan teknik penyampaian pesan secara lisan dan penyusunan perumusan kesepakatan sebaik-baiknya.c) Pada pasca pertemuan mengadakan monitoring pelaksanaan kesepakatan Temu usaha secara reguler,membantu memecahkan masalah yang timbul dalam pelaksanaan temu usaha dan rnengaidakan evafuasi terhadap tindak lanjut kesepakatan Temu usaha.8. Temu Karya – Temu Hasil Temu karya atau temu hasil adalah pertemuan antara petani atau kelompok tani dengan petani dan kelompok tani lain untuk saling tukar menukar informasi ikhwal hasil karya masing-masing petani.Temu karya atau temu hasil di masa lampau, lebih banyak menekankan pada pameran keunggulan hasil teknologi budidaya anjuran yang dilaksanakan petani namun melupakan kelemahan prinsipel pada aspek pengolahan produk primer dan pemasaran. Sehingga temu karya di masa lampau memang berhasil mendifusikan inovasi teknologi kepada petani lain, namun gagal meningkatkan pendapatan yang menjadi tujuan penyuluhan oleh selalu terjadinya gejolak harga di pasaran. Temu karya dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan magang petani yang dianggap telah lebih berhasil.Teknik Temu KaryaTeknik penyelenggaraan Temu karyaa) Pada pra pertemuan menumbuhan pemrakarsa Temu karya, memotifasi petani yang berprestasi untuk menjadi salah seorang pembicara dalam temu karya, membimbing para petani calon pembicara mengenai bentuk penulisan pokok bahasan secara tepat, dan teknik penyampaian secara lisan, berperan aktif sebagai penghubung antara pemrakarsa dengan penyelenggara temu karya, pembagian tugas sebaik-baiknya, menumbuhkan iklim yang mendukung penyelenggara untuk bekerja lebih aktif sesuai dengan tugasnya masing-masing.b) Pada saat pertemuan dilakukan pemasangan rambu-rambu yang tepat, pendayagunaan peran pimpinan sidang seoptimal-optimalnya terutama dalam pengaturan waktu, dan teknik penyampaian pesan secara lisan dengan sebaik-baiknya oleh para pembicara, mendayagunakan dialok serta melengkapi informasi secara lisan dengan peragaan dan pembagian makalah pokok bahasan.c) Pada pasca pertemuan mengadakan bimbingan kepada petani nelayan dalam penerapan teknologi yang dipelajari dalam temu karya.9. Temu Lapangan Temu Lapangan adalah pertemuan antara petani–nelayan dengan peneliti untuk saling tukar menukar informasi tentang teknologi yang dihasilkan oleh peneliti dan umpan balik dari petani. Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan temu lapangan yaitu :1. Membuka kesempatan bagi petani untuk mendapatkan informasi mengenai teknologi hasil penelitian2. Membuka kesempatan bagi para peneliti untuk mendapatkan umpan balik dari hasil – hasil penelitian.3. Menyalurkan teknologi dikalangan petani secara cepat.4. Menjalin hubungan yang akrab antara peneliti, penyuluh dan petani.Temu Lapangan dapat dilaksanakan di dalam ruangan atau di lapangan yang khusus dipersiapkan sesuai dengan materi yang akan dibahas. Penyelenggaranya adalah petugas pertanian, para peneliti atau petugas lain bahkan juga petani yang ditunjuk oleh instansi pertanian. Peserta temu lapangan adalah petani yang mampu mengemukakan gagasan atau masalah dan mempunyai keahlian sesuai dengan materi yang dibahas, dan petugas peneliti yang menguasai dan bertanggung jawab dalam materi yang akan dibahas. Dalam pelaksanaan temu lapang, diperlukan pimpinan sidang atau moderator, pembicara, narasumber dan penulis. Moderator sebaiknya kontak tani yang ditunjuk oleh peserta, kemudian pembicara ialah peneliti yang akan mengemukakan materi bahasan dan narasumber ialah peneliti lain yang menegtahui atau menguasai materi yang akan dibahas sedangkan penulis adalah salah seorang peserta atau penyelenggara.10. Mimbar SarasehanMimbar sarasehan merupakan forum konsultasi antara wakil para petani beserta keluarganya/KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara periodik dan berkesinambungan untuk membicarakan, memusyawarahkan dan mencapai kesepakatan mengenai hal-hal yang menyangkut masalah-masalah pelaksanaan program pemerintah dan kegiatan petani-nelayan dalam rangka pembangunan pertanian.Tujuan Mimbar Sarasehan adalah (1) memahami keadaan dan masalah-masalah yang dihadapi dalam pembangunan pertanian di lapangan, baik oleh pihak petani-nelayan maupun oleh pejabat pemerintah, (2) mencapai kesepakatan bersama tentang pemecahan masalah-masalah beserta penyusunan rencana kegiatan yang mencakup usahatani nelayan dan kehidupan petani-nelayan beserta keluarganya, (3) melaksanakan penerapan kegiatan di lapangan sesuai dengan kesepakatan bersama, (4) meningkatkan peranan dan peranserta petani-nelayan sebagai subjek pembangunan dan (5) mewujudkan hubungan timbal balik yang serasi antara kontaktani-nelayan dan pemerintah dalam pelaksanaan dan pengawasan pembangunan pertanian untuk memperbaiki perencanaan masa yang akan datang.11. Kursus Tani Kursus tani adalah kegiatan belajar dan mengajar bagi para petani dalam waktu tertentu dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Tujuan diadakannya kursus tani adalah: 1) membekali pengetahuan, 2) meningkatkan keterampilan, 3) menumbuhkan sikap positif, dan 4) mengembang-kan sikap kepemimpinan petani. Pelaksanaan kegiatan kursus tani perlu dipersiapkan dengan baik terutama menyangkut kondisi sosial, ekonomi dan budaya sasaran yang akan dijadikan sebagai peserta kursus, perencanaan dan konsultasi dengan pemerintah daerah. Kegiatan kursus perlu menggunakan lebih dari satu jenis metode. Jumlah peserta yang mengikuti kursus tani berkisar antara 20 – 30 orang, dan waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Setelah kegiatan kursus berlangsung perlu dilakukan bimbingan lanjutan, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana pelaksanaan kursus tani memberikan manfaat bagi pesertanya.Kursus tani bermanfaat untuk; 1) efektif untuk menyebarkan pengetahuan dan keterampilan secara mendalam dan sistematis, 2) mendorong tumbuhnya kepemimpinan petani, 3) mempercepat proses adopsi serta 4) lulusan bisa dijadikan sebagai kader dalam penumbuhan kelompok tani. Hambatan yang mungkin timbul dalam kegiatan kursus tani antara lain: 1) metode ini memerlukan biaya yang relatif banyak dan dalam pelaksanaannya harus tepat dan cermat, 2) minimnya sarana dan prasarana sering menjadikan gagalnya mencapai tujuan, 3) daya tampung peserta relatif sedikit dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.Teknik Pelaksanaan Kursus taniPersiapan :- Meniliti keaadaan petani (tradisi, norma)- Menganalisis masalah dan kebutuhan kursus- Menyiapkan rencana kursus- Konsultasi dengan kontak tani dan pemerintah daerahPelaksanaan- Mengorganisasikan petani- Jumlah peserta 20 -30 orang lamanya tergantung materi- Waktunya seminggu sekali (sesuai kebutuhan)- Materi yang praktis dan langsung dapat memecahkan masalah- Gunakan alat peraga- Digabung dengan metode lain (demonstrasi, widya wisata)- Diberi sertifikat dan penghargaan kepada yang berprestasiEvaluasi kursus- Dilakukan selama atau diakhir kursus dan dilapangan- Tujuan untuk menilai keefektifitas dari kursus tani- Indikatornya : Kemampuan mengingat, keterampilan dan sikap

TEKNIK PENYULUHAN MASSAL

1.Adalah Kampanye merupakan metode dan teknik penyuluh secara massal yang dilaksanakan dalam periode waktu tertentu, dengan menggunakan berbagai sumber daya secara terkoordinasi untuk memusatkan perhatian masyarakat (sasaran) terhadap permasalahan tertentu dan pemecahannya.2.Adalah Pameran merupakan metode dan teknik penyuluhan pertanian secara massal yang dilakukan dengan jalan mempertunjukkan secara sistematis berbagai teknologi baru/inovasi pada suatu tempat tertentu.3.Metode dan teknik penyuluhan melalui media cetak digunakan untuk menjangkau jumlah sasaran yang tak terbatas. Media cetak yang lazim dipakai adalah brosur, leaflet/folder, majalah, dan surat kabar. Brosur berupa buku yang diperuntukkan para penyuluh, leaflet dan folder ditujukan kepada sasaran/petani. Surat kabar untuk masyarakat secara luas dan majalah untuk masyarakat luas yang telah dikelompokkan menjadi sasaran yang lebih spesifik

METODE PENYULUHAN BERDASARKAN INDERA YANG TERPAPAR STIMULUS

Metode berdasarkan indera penerima Berdasarkan indera penerima pada sasaran metode penyuluhan dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu: 1) Metode yang dapat dilihat Dalam metode yang dapat dilihat, pesan penyuluhannya diterima oleh sasaran melauli indera penglihatan. Contohnya adalah metode publikasi barang cetakan, gambar, poster, leaflet dan lain-lain. Pertunjukan film bisu dan slide tanpa penjelasan lisan, pameran tanpa penjelasan lisan, surat-menyurat dan sebagainya. 2) Dalam metode yang dapat didengar Pesan penyuluhannya diterima oleh sasaran melalui indera pendengaran. Contohnya siaran lewat radio dan tape recorder, hubungan melalui telepon, pidato ceramah dan lain-lain. 3) Sedangkan metode yang dapat dilihat dan didengar Pesan penyuluhannya diterima oleh sasaran melalui indera penglihatan dan pendengaran sekaligus. Contohnya adalah metode pertunjukan film bersuara, siaran lewat televisi, wayang, kursus berupa pelajaran dikelas dan prakteknya, karya wisata, pameran dengan penjelasan lisan.

METODE PENYULUHAN BERDASARKAN TINGKAT ADOPSI INOVASI

Pertimbangan Pemilihan Metode Penyuluhan Pertanian Pertimbangan yang digunakan dalam pemilihan metode penyuluhan pertanian pada dasamya dapat digolongkan menjadi 5 (lima) yaitu tahapan dan kemampuan adopsi, sasaran, sumber daya, keadaan daerah dan kebijakan pemerintah (Peraturan Mentri Pertanian No. 52 Tahun 2009). 1) Tahapan dan Kemampuan Adopsi a. Tahapan Adopsi Inovasi Adopsi inovasi pada diri pelaku utama dan atau pelaku usaha berlangsung melalui serangkaian pengalaman mental psikologis secara bertahap sebagai berikut: – Tahap penumbuhan perhatian, dimana pelaku utama dan/atau pelaku usaha sekedar mengetahui adanya gagasan/ide atau praktek bam untuk pertama kalinya; – Tahap penumbuhan minat, dimana pelaku utama dan/atau pelaku usaha ingin mengetahui lebih banyak perihal bam tadi, dan bemsaha mencari • informasi lebih lanjut; – Tahap menilai, dimana pelaku utama dan/atau pelaku usaha mampu membuat perbandingan;Tahap mencoba, dimana pelaku utama dan/atau pelaku usaha mencoba gagasan baru atau praktek baru; – Tahap menetapkan, dimana pelaku utama dan/atau pelaku usaha menyakini gagasan atau praktek baru itu dan menetapkan sepenixhnya secara berkelanjutan di dalam usahataninya. b. Kemampuan Adopsi Inovasi Berdasarkan kemampuan adopsi inovasi, pelaku utama dapat dikelompokkan menjadi inovator, penerap dini, penerap awal, penerap akhir, dan penolak.Media cetak. Media ini mengutamakan pesan-pesan visual, biasanya terdiri dari gambaran sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna. Yang termasuk dalam media ini adalah booklet, leaflet, flyer (selebaran), flip chart (lembar balik), rubric atau tulisan pada surat kabar atau majalah, poster, foto yang mengungkapkan informasi kesehatan. Ada beberapa kelebihan media cetak antara lain tahan lama, mencakup banyak orang, biaya rendah, dapat dibawa kemana-mana, tidak perlu listrik, mempermudah pemahaman dan dapat meningkatkan gairah belajar. Media cetak memiliki kelemahan yaitu tidak dapat menstimulir efek gerak dan efek suara dan mudah terlipat.

METODE PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA ELEKTRONIK, TERPROYEKSI DAN INTERAKTIF

Media elektronik.Media ini merupakan media yang bergerak dan dinamis, dapat dilihat dan didengar dan penyampaiannya melalui alat bantu elektronika. Yang termasuk dalam media ini adalah televisi, radio, video film, cassette, CD, VCD. Seperti halnya media cetak, media elektronik ini memiliki kelebihan antara lain lebih mudah dipahami, lebih menarik, sudah dikenal masyarakat, bertatap muka, mengikut sertakan seluruh panca indera, penyajiannya dapat dikendalikan dan diulang-ulang serta jangkauannya lebih besar. Kelemahan dari media ini adalah biayanya lebih tinggi, sedikit rumit, perlu listrik dan alat canggih untuk produksinya, perlu persiapan matang, peralatan selalu berkembang dan berubah, perlu keterampilan penyimpanan dan keterampilan untuk mengoperasi kannya.Media luar ruang. Media menyampaikan pesannya di luar ruang, bisa melalui media cetak maupunelektronik misalnya papan reklame, spanduk, pameran, banner dan televisi layar lebar. Kelebihan dari media ini adalah lebih mudah dipahami, lebih menarik, sebagai informasi umum dan hiburan, bertatap muka, mengikut sertakan seluruh panca indera, penyajian dapat dikendalikan dan jangkauannya relatif besar. Kelemahan dari media ini adalah biaya lebih tinggi, sedikit rumit, perlu alat canggih untuk produksinya, persiapan matang, peralatan selalu berkembang dan berubah, memerlukan keterampilan penyimpanan dan keterampilan untuk mengoperasi kannya.

TEKNIK PENYULUHAN MELALUI MEDIA INTERNET

Media informasi berbasis internet dapat digunakan untuk menjembatani informasi dan pengetahuan yang tersebar di antara yang menguasai informasi dan yang tidak. Akses terhadap komunikasi melalui media penyuluhan internet dapat membantu petani dalam mendapatkan informasi dengan jangkauan yang sangat luas sehingga akses data dan informasi tidak terbatas oleh waktu, tempat dan negara. Media penyuluhan yang diakses melalui internet lebih cepat hanya dengan memasukkan kata kunci yang dicari maka akan ditemukan informasi yang dicari, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani.Teknologi informasi komunikasi dalam sektor pertanian yang tepat waktu dan relevan memberikan informasi yang tepat guna kepada petani untuk pengambilan keputusan dalam berusaha tani, sehingga efektif meningkatkan produktivitas, produksi dan keuntungan. Yang tidak kalah penting, media internet bisa menjadi media pembelajaran yang efektif untuk para petani. Kandungan informasi tentang pertanian yang sangat luas dan menarik bisa menjadi media untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pertanian.Media penyuluhan sebagai unsur penting dalam pelaksanaan penyuluhan berfungsi memperjelas materi penyuluhan yang akan disampaikan agar mudah diingat dan dipahami masyarakat sasarannya. Media penyuluhan merupakan alat-alat atau perlengkapan penyuluhan yang diperlukan untuk memperlancar proses mengajar selama kegiatan penyuluhan tersebut dilaksanakan. Dengan berkembangnya teknologi informasi dan multimedia yang begitu cepat maka akan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya tenaga petani. Petani dituntut untuk memahami teknologi informasi dan komunikasi selain dari ilmu-ilmu pertanian lainnya. Petani harus mampu mengaplikasikan teknologi informasi. Sehingga pada akhirnya praktek yang dijalankan oleh petani dengan pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang menjadi kebutuhan penting bagi petani dalam berusahatani. Dengan memanfaatkan internet sebagai media penyuluhan maka dengan demikian informasi yang diinginkan dapat diperoleh dengan cepat dan mudah sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap petani dalam berusahatani

CYBER EXTENSION DALAM PENYULUHAN

Cyber Extension merupakan inovasi media penyuluhan yang cukup efisien dan efektif karena dengan sekali mengupload materi penyuluhan maka sedetik kemudian materi tersebut dapat dibaca atau diunduh oleh pengguna di seluruh dunia. Cyber Extention bukanlah sesuatu hal yang baru atau asing di kalangan Penyuluh karena sudah mulai diperkenalkan sejak tahun 2010 yang lalu, tetapi masih butuh langkah-langkah kongkrit dan realistis untuk menjadikan media penyuluhan ini efektif sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Keberadaan media penyuluhan berbasis internet ini merupakan alat untuk memudahkan pekerjaan para penyuluh namun juga merupakan tantangan untuk di pelajari dan diselami lebih dalam lagi oleh para penyuluh pertanian.Era informasi digital melalui media elektronik dan alur informasi melalui sistem jaringan dunia maya telah merambah sampai ke pelosok-pelosok desa. Seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, budaya dan sebagainya sudah dirambah oleh kemajuan tenknologi informasi ini. Hal ini menuntut setiap orang untuk “ramah teknologi” sehingga dapat mengikuti perkembangan informasi yang dibutuhkan.

METODE DAN TEKNIK PENYULUHAN YANG DAPAT DIGUNAKAN DALAM ERA 4.0PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Penyuluhan merupakan kewajiban utama penyuluh pertanian. Penyuluhan bertujuan merubah perilaku atas apa yang disuluhkan sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dan dilaksanakan, tentu saja dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Konsep tersebut merupakan tugas dan fungsi utama penyuluhan. Perkembangan teknologi mempengaruhi cara dan strategi penyuluhan. Pada program bimas di era kepemimpinan Presiden Suharto dikenal adanya panca usaha tani. Komponen dari program tersebut berupa penggunaan benih unggul, pemanfaatan drainase yang baik, penggunaaan benih unggul, penanganan panen, dan penanganan pasca panen. Dalam perkembangannya digalakkan revolusi hijau, yang ditandai dengan pembukaan lahan pertanian dengan tujuan untuk swasembada pangan. Setelah itu bimas dan inmas tidak berdengung dengan swasembada yang telah tercapai.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai